Banjarbaru – Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di BPMP Provinsi Kalimantan Selatan, kegiatan Aruh Pemuda 2026 berlangsung dengan penuh antusiasme. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta mengikuti sesi diskusi kelompok yang membahas berbagai isu strategis kepemudaan di Kalimantan Selatan. Seluruh peserta dibagi ke dalam 10 kelompok untuk merumuskan persoalan yang masih menjadi urgensi, hingga akhirnya disepakati empat isu prioritas untuk menjadi fokus aksi tahun 2025–2026.

Salah satu isu prioritas yang mengemuka berdasarkan hasil voting adalah Perkawinan Usia Anak, yakni fenomena perkawinan di bawah usia 19 tahun beserta dampaknya terhadap pembangunan generasi muda. Sebagai bentuk tindak lanjut, diselenggarakan lomba penulisan opini guna memberikan edukasi sekaligus menggali gagasan kreatif dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum terkait upaya pencegahan perkawinan anak. Tercatat sebanyak 506 respon dan ide masuk dalam kegiatan tersebut, menunjukkan tingginya perhatian generasi muda terhadap persoalan ini.

Pada ajang tersebut, prestasi membanggakan diraih oleh Magfira Laili Maulidina, siswa kelas X Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman SMK Negeri 1 Batumandi, yang berhasil meraih Juara 1 WPP#5 Kategori Pelajar. Dalam opininya, Magfira menekankan pentingnya memperluas edukasi tentang kesiapan berumah tangga, mendorong generasi muda aktif mengembangkan keterampilan dan potensi diri, serta memperketat implementasi aturan batas minimal usia perkawinan. Ia juga mengusulkan adanya ruang konsultasi yang lebih komprehensif sebelum pernikahan serta penyediaan layanan pengaduan yang terbuka dan rahasia bagi pasangan muda yang membutuhkan pendampingan.

Magfira turut menegaskan bahwa pencegahan perkawinan usia anak bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan memerlukan peran aktif orang tua, guru, lingkungan sekitar, dan masyarakat luas. Menurutnya, prinsip yang perlu ditanamkan adalah bukan “lebih cepat lebih baik”, melainkan “lebih tepat lebih baik”, agar pernikahan dapat dijalani dengan kesiapan fisik, mental, dan kemandirian.

Kegiatan Aruh Pemuda kemudian dilanjutkan dengan rapat pleno untuk membahas fenomena tersebut secara lebih mendalam serta merumuskan berbagai strategi pencegahan yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan. Prestasi yang diraih siswa SMKN 1 Batumandi ini menjadi bukti nyata bahwa pelajar daerah mampu berkontribusi dalam memberikan gagasan solutif bagi pembangunan generasi muda di Kalimantan Selatan.